Jumat, 1 April 2010
Selalu tetap dengan penuh sesaknya
penumpang. Kali ini awak dapat tempat duduk yang tak resmi, ngapo awak cakap
tak resmi, karna awak duduk dekat pintu manual disebelah kiri pramudi, bisa
muat untuk dua orang, walaupun lantainya kotor, tak masalah, yang penting tak
penat berdiri. Bus pun dah nak masuk jalan Pramuka (Jakarta Timur) dan jarang
sangat mendapatkan pramudi yang ngendarai bus dengan nyaman, kalo tak gas
rem...gas rem, posisi nak keluar tak pas (agak melenceng beberapa centimeter)
dan tak jarang harus dengan melompat.
Pada saat bus melaju dengan
kecepatan rata-rata 50 km/jam, tiba-tiba ada mobil yang nyelonong belok untuk
putar balik...ciiiiittt...pramudi pun mengerem mendadak dan adoiii...seluruh
penumpang hampir terhempas ke arah depan. Selamaaattt...tak ado yang terjatuh
dan pramudi mulai melanjutkan perjalanan tapi tak sedap pulak rasanyo, langsung
tancap gas, hampir semua penumpang
bergoyang-goyang tak jelas dan salah satu penumpang wanita menyeletuk : “Maaf
pak, kalau mengendarai bus pelan-pelan saja. Perut saya sampai mual nich!”.
Memang dari awal bus melaju, suko-suko pramudinya gas...rem...gas...rem. Ehem,
ado jugo penumpang yang berani negur pramudi tapi pramudinya diam ajo, tak
menjawab sepatah kato pun. Okelah, udah nak sampai halte Matraman, mulai agak
enak sikit ngendarainya tapi setelah melewati perempatan Matraman, tak ngaruh
pun, tetap aje pramudi gas...rem...gas...rem.
Kadang-kadang awak agak mabok juga
kalo lagi dapat pramudi yang tak sedap ngendarai busnyae, apo karena ukuran bus
yang besar, makanyo pramudi tak terlalu bisa mengatur pengereman yang mulus ato
pramudinya emang suko sangat bikin penumpung terhuyung-huyung?
Apo perlu awak
yang turun tangan, ngajari para pramudi supaya lebih lembut ngendarai bus,
sehingga kito para penumpang ni pun bisa dengan nyaman untuk tiduuurr...ha..ha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar