Kamis, 01 Maret 2012

Teguran dari Penumpang


Jumat, 1 April 2010

            Selalu tetap dengan penuh sesaknya penumpang. Kali ini awak dapat tempat duduk yang tak resmi, ngapo awak cakap tak resmi, karna awak duduk dekat pintu manual disebelah kiri pramudi, bisa muat untuk dua orang, walaupun lantainya kotor, tak masalah, yang penting tak penat berdiri. Bus pun dah nak masuk jalan Pramuka (Jakarta Timur) dan jarang sangat mendapatkan pramudi yang ngendarai bus dengan nyaman, kalo tak gas rem...gas rem, posisi nak keluar tak pas (agak melenceng beberapa centimeter) dan tak jarang harus dengan melompat.
            Pada saat bus melaju dengan kecepatan rata-rata 50 km/jam, tiba-tiba ada mobil yang nyelonong belok untuk putar balik...ciiiiittt...pramudi pun mengerem mendadak dan adoiii...seluruh penumpang hampir terhempas ke arah depan. Selamaaattt...tak ado yang terjatuh dan pramudi mulai melanjutkan perjalanan tapi tak sedap pulak rasanyo, langsung tancap gas,  hampir semua penumpang bergoyang-goyang tak jelas dan salah satu penumpang wanita menyeletuk : “Maaf pak, kalau mengendarai bus pelan-pelan saja. Perut saya sampai mual nich!”. Memang dari awal bus melaju, suko-suko pramudinya gas...rem...gas...rem. Ehem, ado jugo penumpang yang berani negur pramudi tapi pramudinya diam ajo, tak menjawab sepatah kato pun. Okelah, udah nak sampai halte Matraman, mulai agak enak sikit ngendarainya tapi setelah melewati perempatan Matraman, tak ngaruh pun, tetap aje pramudi gas...rem...gas...rem.
            Kadang-kadang awak agak mabok juga kalo lagi dapat pramudi yang tak sedap ngendarai busnyae, apo karena ukuran bus yang besar, makanyo pramudi tak terlalu bisa mengatur pengereman yang mulus ato pramudinya emang suko sangat bikin penumpung terhuyung-huyung?
Apo perlu awak yang turun tangan, ngajari para pramudi supaya lebih lembut ngendarai bus, sehingga kito para penumpang ni pun bisa dengan nyaman untuk tiduuurr...ha..ha



Tidak ada komentar:

Posting Komentar