Kamis, 01 Maret 2012

Bus Trans Jakarta yang Mogok


Rabu, 31 Maret 2010
            Hari yang cerah dan pagi yang cerah, mudah-mudahan dalam perjalanan berangkat kerja nanti tidak ada aral melintang untuk mendapatkan posisi terbaik di dalam bus.
Seperti biasa, setelah membeli tiket bus langsung segera menuju antrian yang lho kok tumben-tumbenan hanya beberapa orang yang mengantri. Mungkin baru saja lewat bus yang telah terisi penuh dengan berbagai penumpang yang segera ingin sampai di tempat kerja. Selang 15 menit datang bus berikutnya, sudah tampak muncung bus sedang menunggu lampu merah. Ok, siap-siap untuk bus yang segera berhenti tapi apa tu! Isi bus dah penuh, percuma pulak di halte Tu Gas ni tak ngantri kalo dari halte pasar Pulo Gadung ternyata dah setengah sesak umat manusia.
            Tapi tak apa, yang penting masih dapat ruang untuk berdiri. Karena sudah penuh dengan penumpang, pramudi hanya mengangkut dua sampai tiga orang ditiap-tiap halte bus. Walaupun ada beberapa peumpang yang turun di halte Matraman, khusus untuk transit tapi sama sekali tak terasa jumlah penumpang berkurang karena tak lama penumpang-penumpang yang mempunyai tujuan ke Dukuh Atas juga berebut untuk naik.
            Kenapalah tetap banyak peumpang yang berminat naik bus yang penuh sesak ni. Dingin AC pun dah tak ada, yang ada mulai ada kibasan-kibasan tangan penumpang yang dah mulai merasa gerah. Dah setengan perjalanan, kejap lagi dah nak sampai, tahan-tahan sikitlah. Setelah sampai di hakte Manggarai, hah apa tu! Ternyata ada bus lain yang sedang mogok, bus yang awak tumpangi pun segera merapat disisi kanan bus yang mogok tu. Segera pintu bus dibuka dan melompatlah sisa penumpang dibus yang mogok tadi ke bus yang sedang awak tumpangi. Adooo ajo, dah lah bus ni penuh sesak masih pulak ditambah dengan penumpang dari bus yang lain. Bus pun segera melanjutkan perjalanan. Dah masuk perempatan lampu merah Pasar Rumput, tiba-tiba mesin bus yang awak tumpangi mati. Pramudi pun sibuk menyalakan mesin berkali-kali. Tak lama pramudi dan asisten pramudi pun turun, entah apa yang mereka buat dikolong bus.
Amboi, waktupun terasa lambat karena AC yang mati membuat kepanasan para penumpang termasuk awak yang dah mulai mengucurkan sungai keringat. Satu menit, dua menit, 5 menit dan 10 menit belum ada tanda-tanda mesin mau menyala. Para penumpang dah mulai gelisah tapi tak lama pramudi dan asisten pramudi kembali masuk ke busway dan dua tiga starter akhirnya mesin kembali menyala. Horeeee...penumpang bersorak sorai

Tidak ada komentar:

Posting Komentar