Rabu, 31 Maret
2010
Hari yang cerah dan pagi yang cerah,
mudah-mudahan dalam perjalanan berangkat kerja nanti tidak ada aral melintang untuk
mendapatkan posisi terbaik di dalam bus.
Seperti biasa,
setelah membeli tiket bus langsung segera menuju antrian yang lho kok
tumben-tumbenan hanya beberapa orang yang mengantri. Mungkin baru saja lewat
bus yang telah terisi penuh dengan berbagai penumpang yang segera ingin sampai
di tempat kerja. Selang 15 menit datang bus berikutnya, sudah tampak muncung
bus sedang menunggu lampu merah. Ok, siap-siap untuk bus yang segera berhenti
tapi apa tu! Isi bus dah penuh, percuma pulak di halte Tu Gas ni tak ngantri
kalo dari halte pasar Pulo Gadung ternyata dah setengah sesak umat manusia.
Tapi tak apa, yang penting masih
dapat ruang untuk berdiri. Karena sudah penuh dengan penumpang, pramudi hanya
mengangkut dua sampai tiga orang ditiap-tiap halte bus. Walaupun ada beberapa
peumpang yang turun di halte Matraman, khusus untuk transit tapi sama sekali
tak terasa jumlah penumpang berkurang karena tak lama penumpang-penumpang yang
mempunyai tujuan ke Dukuh Atas juga berebut untuk naik.
Kenapalah tetap banyak peumpang yang
berminat naik bus yang penuh sesak ni. Dingin AC pun dah tak ada, yang ada
mulai ada kibasan-kibasan tangan penumpang yang dah mulai merasa gerah. Dah
setengan perjalanan, kejap lagi dah nak sampai, tahan-tahan sikitlah. Setelah
sampai di hakte Manggarai, hah apa tu! Ternyata ada bus lain yang sedang mogok,
bus yang awak tumpangi pun segera merapat disisi kanan bus yang mogok tu.
Segera pintu bus dibuka dan melompatlah sisa penumpang dibus yang mogok tadi ke
bus yang sedang awak tumpangi. Adooo ajo, dah lah bus ni penuh sesak masih
pulak ditambah dengan penumpang dari bus yang lain. Bus pun segera melanjutkan
perjalanan. Dah masuk perempatan lampu merah Pasar Rumput, tiba-tiba mesin bus
yang awak tumpangi mati. Pramudi pun sibuk menyalakan mesin berkali-kali. Tak
lama pramudi dan asisten pramudi pun turun, entah apa yang mereka buat dikolong
bus.
Amboi, waktupun
terasa lambat karena AC yang mati membuat kepanasan para penumpang termasuk awak
yang dah mulai mengucurkan sungai keringat. Satu menit, dua menit, 5 menit dan
10 menit belum ada tanda-tanda mesin mau menyala. Para penumpang dah mulai
gelisah tapi tak lama pramudi dan asisten pramudi kembali masuk ke busway dan
dua tiga starter akhirnya mesin kembali menyala. Horeeee...penumpang bersorak
sorai
Tidak ada komentar:
Posting Komentar