Kamis, 01 Maret 2012

"Jangan" Mengeluarkan Anggota Badan


Sabtu, 2 April 2010

            Hari ni, hari Sabtu. Banyak para pekerja yang libur atau ada yang hanya setengah hari masuk kerja. Awakpun kena masuk pulak! Agaknya peumpang bus pagi ni tak terlalu sesak seperti hari-hari lain. Alhamdulillah, pas awak naik tak perlu sikut sana sikut sini lagi. Awak bisa naik dengan damai dan langsung pilih duduk dimana saja. Karena hanya ada beberapa penumpang, barulah terasa sejuk dari AC (Air Conditioner) ni. Perasaan selama awak merasakan penuh sesaknya penumpang tak adolah hawa sejuk yang terasa, hanya terasa angin semilir-semilir saje.
            Dah sampai tempat kerja dan dah nak pulang pulak, cepatnya waktu berlalu. Seperti biasa awak tunggu di halte Warung Jati. E...eh...ternyata siang hari malah lebih banyak penumpang, pas awak masuk lebih banyak budak-budak kecik, bahkan rata-rata budak-budak tu duduk di kursi dan tak ado pulak yang dipangku sama orangtuanya. Nasiiib...berdiri ajalah awak, nak minta duduk, budak-budak tu pun bayarnya juga sama  macam awak. Baru awak sadar kenapa penuh ama orangtua dan budak-budak, rupanya dari Kebun Binatang Ragunan. Alamak...pemandangan apa pulak niii...ada seorang ibu yang membawa dua orang anak yang satu budak lelaki, sekitar dua belas tahun dan yang dalam gendongannya seorang budak perempuan mungkin sekitar satu tahun. Yang budak lelaki pulas tidar di atas paha ibunya dan kadang-kadang hampir nak terjatuh dan yang budak perempuan asyik menyusu tetapi yang bikin awak malu, karena budak perempuan tu tidur juga tapi karena sambil nyusu dan selalu terlepas, terlihat anggota badan si ibu yang juga tertidur pulas. Kejap-kejap kepala budak perempuan  terdongak dan masih pejamkan mata mulutnya sibuk mencari ASInya, kejap lepas lagi, begitu seterusnya sampai transit di Dukuh Atas. Pria yang duduk di samping sang ibu pun, sepertinya duduk dengan gelisah.
            Amboi-amboi...baru ni awak naik busway disuguhkan pemandangan yang langka tapi lain waktu ada pulak ibu yang menyusui anaknya dengan sopan, ditutup pake jaket. Jadi tak perlulah awak merasa risih. Walaupun awak seorang wanita juga tapi kalo melihat ibu-ibu yang menyusui anaknya di dalam angkutan umum cuek aja, rasa-rasanya jadi malu sendiri



Tidak ada komentar:

Posting Komentar