Kamis, 01 Maret 2012

Kaki tak napak tanah


Rabu, 30 Maret 2010

Adoiiii...pulang kerja kali ni lewat jam lima sore., kalo tak buru-buru Pulo Gadung Express (bus dari Ragunan langsung menuju Matraman tanpa berhenti di halte Halimun setelah melewati halte Latu HarHari) terlewat pulak. Butuh waktu kira-kira sepuluh menit dari kantor awak menuju halte bus Warung Jati.
Alhamdulillah, pas selesai beli tiket, pas pulak bus Pulo Gadung Express tiba. Lumayan, walaupun sudah penuh tapi tak terlalu berdesak-desakkan. Tapi, lagi-lagi perkiraan awak meleset, setelah melewati beberapa halte bus dan memasuki halte Departemen Kesehatan, orang-orang dah macam dalam kaleng sarden. Bus Pulo Gadung Express ni memang sangat primadona, setiap penumpang yang tau, pasti berebut nak naik, padahal selisih waktunya tak jauh beda dengan bus lain yang transit ke halte Halimun dulu.
            Dah melewati halte Latu HarHari penumpang tambah banyak saje, himbauan petugas bus untuk tidak naik lagi tetap tak digubris, awak yang sudah dalam keadaan terjepit lamo-lamo serasa tak napak lagi, entak kaki siapa yang awak injak ni. Belum lagi aroma ketek pria di sebelah kiri awak (untung awak selalu pake masker, jadi baunya agak-agak samar) dan apo tu? Pemandangan depan awak seram sangat, cewek cantik nan bersih tapi sayang karena hawa yang lumayan gerah (kalau dah saking penuhnya, AC pun dah tak ado sejuk-sejuknya, awak pun dah mulai berpeluh), bagian keteknya basah dan baju dibagian keteknya tu pun ado bolong-bolong kecil pulak. Inilah pemandangan kalo lagi bergelantungan, belum lagi besi untuk pegangan tangan bisa satu untuk berdua dan bahkan ada dua besi pegangan tangan disabotase untuk satu orang. Payah...payah, padahal awak juga agak-agak susah berpegangan kalo tak dapat pegangan dibesi dekat depan pintu.
Besok siksaan apalagi yang awak terima, dah nak sampai halte Manggarai pun penumpang tetap penuh, kejap lagi sampai halte Matraman, mudah-mudah banyak penumpang yang turun, supaya kaki awak ni bisa napak lagi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar