Kamis, 01 Maret 2012

Keno Sikut


Selasa, 29 Maret 2010

Pagi ini harus semangat untuk berjuang, mengingat pengalaman kemarin berebut nak masuk bus, kali ini awak harus bisa lolos dengan mulus dan licin macam belut. Wah...tumben...lumayan agak sedikit jumlah penumpang yang menunggu bus. Ooo...pantas aje tak berebut, rupe-rupenye jarak bus yang datang tidak terlalu lamo.
Naik halte TU GAS, hanya terisi seperempat penumpang. Naik lagi penumpang dari halte Layur, Rawamangun, Velodrome...eh...eh...makin lamo, makin banyak penumpang yang masuk. Pas didepan awak, emak-emak pulak, karena kesejatian awak sebagai seorang wanita dewasa, awak persilahkan duduk, awak pun sibuk bergelantungan.
Dah nak sampai halte Matraman, orang-orang dah penuh sesak. Susah juga nak bergerak. Tiba-tiba...adoy...karena tubuh awak yang pendek ni tau-tau kepala dah kena sikut ajo. Pas awak tengok, suailah, sebelah awak pria yang cukup tinggi dan tangan dia yang bergelantungan menekuk dan ujung sikutnya agak-agak mendekati kepala awak.
Hik...hik...nasib...awak cubo bergeser pun, ternyata awak diapit samo-samo pria yang memiliki postur tubuh yang menjulang. Awak hanya bisa menundukkan kepala sedikit dan selalu berharap pramudi tak sering genjot gas asal-asalan, karena setiap pramudi rem mendadak dan mulai menginjak gas lagi, karena orang-orang yang penuh sesak, terhuyung-huyung dan terdorong kesana-kemari, disetiap itu pulak kepala awak selalu tercium sikut, Apa orang-orang yang nyikut ni tak terasa kalo ada budak kecik nan imut ini? akhirnya lamo-lamo mereka pun sadar dan merubah posisi agar ujung-ujung sikut mereka tak selalu mampir dikepala awak. Tapi walaupun sudah tak diterjang ujung sikut tetap saje merane karena pemumpang yang penuh sesak, setiap bus berhenti dan melanjutkan perjalanan pasti tubuh ni terhuyung-huyung, kadang-kadang hampir nak terjatuh. Untung aja karena keadaan yang penuh sesak, tubuh ni berimpitan dan selalu ikut kemana arah tubuh-tubuh lain yang mengapit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar